Mutiara25’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Dari Rendra November 22, 2008

Diarsipkan di bawah: serba-serbi — mutiara25 @ 8:32 pm

Puisi ini kudapat dari sesorang by email dan aku suka membacanya dan merenungkannya. Semoga puisi yg bukan ciptaanku ini membawa arti untuk pembaca.

 

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan-NYA,
bahwa rumahku hanya titipan-NYA,
bahwa hartaku hanya titipan-NYA,
bahwa putraku hanya titipan-NYA,
Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

WS Rendra

 

tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa DIA menitipkan padaku?
Untuk apa DIA menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-NYA ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali
oleh-NYA ?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah …semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah …keadilan dan kasih-NYA harus berjalan seperti matematika

aku rajin beribadah,

maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan DIA seolah mitra dagang,dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, dan menolak keputusan-NYA yang tak sesuai keinginanku,
 

3 Responses to “Dari Rendra”

  1. mandala183 Says:

    Orang beribadah mengharapkan pahala…
    Orang bersedekah mengharapkan pahala…
    Dimana keikhlasannya ?

  2. warmorning Says:

    jadi, jangan berharap apa-apa >
    begitu, kah >
    ?

  3. Mandala Says:

    Mengapa kita melakukan sesuatu harus dengan berharap ?
    Mengapa menolong saudara kita di Afrika dari kelaparan dengan berharap ?
    Hanya satu alasan kita selalu berbuat baik
    Berbuat tidak mencuri, tidak menyakiti, dan menolong sesama
    Yaitu : Moral
    Pertanyaannya : Sudah bermoralkah kita ? Menyisihkan seribu, duaribu atau bahkan sejuta dengan harapan yang setimpal nanti di akherat ?
    Itu namanya Riya…
    Bahkan manusia membunuh sesama dengan senyuman untuk sebuah arti Jihad : Pahala

    Mandala


Leave a Reply